Netizen kemudian ramai menyoroti banyak hal, mulai dari Sekjen AFC yang berasal dari Malaysia yakni Datuk John Paul Windsor hingga lokasi kantor AFC yang berada di Kuala Lumpur.

"Jelas pencalonan AIFF untuk penghargaan ini hanyalah lelucon, tetapi pencalonan Malaysia bahkan lebih parah lagi, mengingat berbagai pelanggaran yang telah dilakukan federasi tersebut selama sekitar satu tahun terakhir," tulis Aaditya Narayan, jurnalis ESPN India, di X.

"AFC ini bercanda: bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam nominasi Asosiasi Terbaik Tahun Ini setelah pada tahun 2025 terbukti bersalah memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain? Sepertinya korupsi dan pelanggaran justru makin didorong," cuit jurnalis investigasi olahraga Prancis, Romain Molina.

"Inilah persis cara kerja AFC, sebuah sarang mafia di dunia sepak bola! Sepak bola Asia tidak akan pernah adil atau transparan selama orang-orang yang sama terus memegang kendali. Benar-benar sialan! 🤬" kecam netizen lain.

Sementara Indonesia juga masuk nominasi untuk kategori pengembangan sepak bola akar rumput kategori Bronze (perunggu). Indonesia bersaing dengan Kamboja dan Myanmar.