NADIKABAR.COM — Penyanyi Fannita kembali merilis single Jadi Aku (Sekali Saja) dalam versi terbaru pada 16 Oktober 2026. Lagu yang pertama kali dirilis sekitar lima tahun lalu itu kini hadir dengan aransemen lebih fresh, deep, dan emosional.

Setelah comeback lewat single Temukan, Fannita memilih menghidupkan kembali lagu tersebut dengan sentuhan musik yang berbeda. Bukan sekadar memperbarui aransemen, ia juga ingin membawa pendengar menyelami emosi dan pesan lagu yang masih relevan hingga saat ini.

Fannita mengatakan perilisan ulang ini menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan kembali lagu tersebut kepada pendengar.

"Aku merasa ini momen yang tepat untuk memperkenalkan kembali Jadi Aku (Sekali Saja) yang sudah sekitar lima tahun lalu dirilis. Aku ingin menghadirkan warna musik yang lebih fresh, lebih deep, dan emosional, tanpa menghilangkan esensi aslinya," ujar Fannita saat ditemui di kawasan Jakarta, kemarin.

Dari segi musikalitas, versi terbaru ini mendapat sentuhan aransemen dari ide Agung Exo selaku pencipta lagu. Sejumlah bagian juga disempurnakan untuk memperkuat nuansa emosional yang ingin disampaikan.

Fannita menilai versi lama dan terbaru memiliki keunikan masing-masing. Namun, aransemen baru diharapkan bisa membuat pesan lagu terasa lebih menyentuh.

Bagi Fannita, Jadi Aku (Sekali Saja) punya makna mendalam tentang keinginan seseorang untuk dimengerti. Terutama ketika perasaan dan perjuangan yang dialami tak selalu bisa dipahami orang lain.

"Terkadang, kita ingin orang lain mencoba berada di posisi kita, supaya mereka mengerti apa yang kita rasakan dan lalui. Lewat lagu ini, aku ingin pendengar tahu bahwa setiap orang punya perasaan dan perjuangannya masing-masing yang belum tentu bisa dipahami orang lain," tuturnya.

Fannita mengaku pengalaman pribadi membuatnya lebih mudah menghayati lagu tersebut. Ada kalanya, seseorang ingin orang lain merasakan sendiri situasi yang sedang dihadapinya agar bisa memahami perasaan yang selama ini sulit dijelaskan.

Namun, menghayati lagu yang sarat emosi ini ternyata bukan perkara mudah bagi Fannita. Ia mengaku harus berjuang mengendalikan perasaan saat proses rekaman agar bisa menyampaikan emosi tanpa kehilangan kontrol vokal.

"Jujur, tantangan terbesar buat aku adalah mengendalikan emosi saat proses rekaman. Karena lagu ini cukup emosional buat aku, kadang saat sudah terlalu menghayati, suara aku ikut bergetar dan perasaan jadi campur aduk," ungkapnya.

Selain menjaga kestabilan vokal, Fannita juga berusaha mempertahankan mood agar emosi yang disampaikan terdengar natural dan bisa sampai ke hati pendengar.

Lewat lagu ini, Fannita berharap pendengar bisa menjadikannya sebagai ruang untuk meluapkan perasaan yang selama ini terpendam. Ia ingin orang-orang yang mendengarkan lagu tersebut bisa merasa lebih lega dan berdamai dengan keadaan.

"Semoga teman-teman menyukai lagu ini dan bisa menjadikannya semacam terapi untuk meluapkan emosi dan perasaan yang selama ini terpendam. Semoga setelah mendengarkan lagu ini, kalian bisa merasa lebih lega, lebih baik, dan bisa berdamai dengan perasaan kalian sendiri," katanya.

Tak hanya merilis ulang single tersebut, Fannita juga telah menyiapkan proyek musik berikutnya. Ia menjanjikan karya yang lebih deep dan emosional, lengkap dengan sejumlah kejutan untuk pendengar.

Fannita pun meminta penggemar untuk terus mengikuti perkembangan karya-karyanya melalui Spotify dan seluruh platform musik digital. Ia berharap single berikutnya bisa kembali menghadirkan cerita dan perasaan yang dekat dengan kehidupan banyak orang.