Kepala Ekonom FAO Maximo Torero mengatakan gangguan di Selat Hormuz dan Laut Hitam, ditambah dengan guncangan iklim, menekan sektor energi, transportasi, dan sejumlah komoditas pangan utama.
Jika terus berlanjut, tekanan-tekanan tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada harga pangan konsumen, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor pangan dan energi, kata Torero.
Menurut FAO, kekhawatiran terhadap pola cuaca El Nino yang parah mendorong harga gula internasional mencapai level tertinggi dalam 18 bulan. Sementara itu, gangguan terhadap perdagangan di Laut Hitam di tengah konflik mendorong kontrak berjangka gandum mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada awal September.