NADIKABAR.COM — Gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz di tengah fenomena El Nino dapat memperbesar risiko terhadap pertanian global dan ketahanan pangan, kata Maximo Torero, kepala ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), kepada RIA Novosti, Jumat.
"Pesan utamanya adalah bahwa risiko-risiko ini dapat saling memperkuat satu sama lain," kata Torero.
Data FAO menunjukkan bahwa gangguan pelayaran dapat memperburuk risiko terhadap produksi pertanian yang terkait dengan El Nino, akibat kenaikan harga komoditas dan berkurangnya ketersediaan komoditas tersebut.
El Nino merupakan fenomena alam yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di wilayah Pasifik khatulistiwa.