NADIKABAR.COM — Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menilai inovasi hingga keterlibatan aktif generasi muda merupakan kunci utama untuk mewujudkan transformasi pertanian dan pangan Indonesia.

“Jadi mungkin dalam dekade berikutnya atau lebih, saya pikir kita perlu lebih berfokus pada inovasi, digitalisasi, pembiayaan dan keterlibatan pemuda dalam pertanian,” kata Direktur FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal di Jakarta, Kamis.

Menurut Aryal, saat ini kondisi terkait pertanian dan pangan cukup menantang, baik di tingkat nasional, regional, hingga internasional.

Beberapa faktor yang memengaruhi tantangan tersebut antara lain perubahan iklim, fenomena El Nino yang lebih ekstrem, hingga minimnya ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian.

Namun, ia menilai Indonesia memiliki peluang besar dari bonus demografi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung terciptanya inovasi dan mewujudkan visi ketahanan pangan.