Ajakan tersebut disampaikan dengan memberikan dua opsi kepada warga, yakni opsi untuk menabung atau bersedekah melalui bank sampah.
"Alhamdulillah, sudah berjalan hampir 3 tahun dan sudah bermanfaat untuk sunatan massal, santunan yatim, dan Dhuafa," ungkap Farida.
Selain memberikan opsi untuk bersedekah dan menabung, Farida juga membuka strategi lainnya untuk mengajak warga berpartisipasi dalam bank sampah. Strategi tersebut hadir dalam bentuk kolaborasi dengan sebuah platform digital.
Platform digital ini mendorong warga untuk mengumpulkan sampah agar dapat ditukar dengan poin. Poin tersebut kemudian dapat ditukar dengan kebutuhan sehari-hari, seperti sembako.
Sejumlah warga yang tergabung dalam tim bank sampah juga kini memiliki kemampuan baru dalam mengolah sampah. Misalnya, membuat kostum, kerajinan rajut, hingga membuat wayang-wayang.
Sampah yang diolah pun merupakan sampah multi-layer, yakni sampah kemasan yang tersusun atas kombinasi lapisan bahan yang berbeda-beda.