NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Fathimah Azzahra hingga publik figur Dennis Adhiswara alias 'Mamet AADC' ikut suarakan aspirasi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10) sore.
"Hari ini sebenarnya agenda yang kedua, dan sebenarnya di hari ini kita membawa lima tuntutan," ujar Fathimah.
Lima tuntutan tersebut terdiri dari penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, pembenahan tata kelola ekonomi, penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi, pemberantasan KKN, dan penurunan biaya pendidikan.
Demonstrasi di Tugu Tani oleh sejumlah BEM dan komponen masyarakat hari ini dilaksanakan cukup berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya. Misalnya dengan tidak dikenakannya atribut mahasiswa seperti jaket almamater, sistem keberangkatan masing-masing, dan pemilihan lokasi demonstrasi di Tugu Tani.
Fathimah menyebut pelepasan almamater menjadi salah satu bentuk penyegaran terhadap aksi, terlepas dari tantangan yang muncul dari keputusan tersebut.
"Itu memang sebuah tantangan. Tapi kita sudah menyiapkan mekanisme sih supaya kita bisa terhindar dari provokasi di antara kita gitu," ungkapnya.