NADIKABAR.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, bersiap menggelar The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF 2026).
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Ibnu Qizam menyatakan event yang mengusung tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability” ini dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, di Serpong, Tangerang Selatan.
"Konferensi ini dirancang untuk merespons berbagai dinamika global. Wacana yang diangkat mencakup isu-isu krusial, seperti optimalisasi wakaf pendidikan, penguatan koperasi berbasis syariah, hingga peranan teknologi finansial (fintech) syariah dalam mendorong inklusi ekonomi," kata Ibnu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Ibnu mengatakan AICIF 2026 menjadi ajang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi riset, serta memperluas jaringan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sesuai agenda, pembukaan konferensi dijadwalkan untuk dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar.
Selain para pakar dari dalam negeri, acara ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
"Rangkaian diskusi juga menghadirkan sejumlah pakar ekonomi Islam ternama di tingkat internasional, sebagai pemateri utama (keynote speakers). Antara lain Prof Dr M. Kabir Hassan, Prof Dr Noraini Mohd Ariffin, Prof Ishaq Bhatti, serta Mr. Alex Sofjan Noor," ujar Ibnu.
Menurut Ibnu, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting bagi UIN Jakarta karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah AICIF 2026.
Sejak diselenggarakan pada 2012, AICIF telah berkembang menjadi konferensi tahunan yang didukung oleh konsorsium perguruan tinggi di kawasan ASEAN bersama International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE).
Pada konferensi utama, AICIF 2026 akan mengangkat berbagai isu strategis, antara lain digitalization and financial technology, governance, regulation and ethics, green economy and sustainable finance, Islamic social finance and inclusive growth, transformasi global, serta masa depan pendidikan dan riset keuangan syariah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, AICIF 2026 juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik melalui prosiding konferensi dan peluang publikasi ilmiah.
Sejumlah mitra turut digandeng untuk publikasi ilmiah, di antaranya Gadjah Mada International Journal of Business (GamaiJB) yang terindeks Scopus Q2, Etikonomi: Jurnal Ekonomi (Terakreditasi SINTA 1 dan terindeks ESCI – Web of Science), serta Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (SINTA 2).
Selain itu, Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi (SINTA 2), Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen (SINTA 3), serta Akuntabilitas: Jurnal Ilmu Akuntansi (SINTA 4).
Seluruh naskah ilmiah yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam prosiding konferensi ber-ISBN. Selain itu, artikel-artikel terpilih berkesempatan dipublikasikan, pada sejumlah jurnal berreputasi nasional dan internasional, melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) independen," katanya.