NADIKABAR.COM — Orang tua Febiona Purba (16), siswi yang alami gangguan ingatan usai keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Elvinus Lusiana Sitanggang (49) mempertimbangkan untuk menempuh pengobatan alternatif bagi anaknya.
Hal ini lantaran Elvinus merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) atau rekam otak Febiona.
"Kata dokternya nggak ada penyakitnya. Tapi masa bisa anakku seperti itu, pikirku. Jadi aku nggak puaslah sama hasil yang di-apakan dokter. Tapi kan kata dokter, sewaktu nanti dia kejang-dia kan ada waktunya observasi di rumah-sewaktu dia nanti pas kejang di rumah, diambil video, kata dokternya. Jadi biar tahu dokternya memberikan obat," ujar Elvinus saat diwawancarai, Rabu (9/9/2026).
Elvinus menyebut, setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Adam Malik, kondisi otak dan ginjal Febiona dikatakan baik. Hingga saat ini, Febiona sudah 5 kali berpindah-pindah rumah sakit.
"Dari Rumah Sakit Umum (Kabanjahe) ke RS Efarina, terus ke rumah sakit Haji, terus ke RS Amanda, baru ke sini (Adam Malik). Tapi setelah begini ada rencana mau pengobatan tradisional (alternatif) aja," katanya.
Dari amatan NadiKabar pada Selasa (8/9/2026), di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Febiona masih menggunakan kursi roda. Kondisinya tampak lemas dan menunjukkan gestur tidak ingin disorot media.
Wajah Febiona juga tampak pucat. Ia keluar dari ruangan Poli Anak dan masuk ke mobil untuk kembali ke rumahnya di Berastagi.
Elvinus mengatakan, Febiona masih melanjutkan perawatan jalan di RSUP Adam Malik. Ia dijadwalkan bertemu dokter kembali pada 10 September 2026 besok.