"Wah, sebenarnya kalau mendekatkan diri kepada Tuhan enggak harus menunggu umur sih, ya. Kayaknya memang itu kewajiban semua orang," ujar Feby Febiola.
Kesederhanaan hidup yang ditemukannya di Bali juga memberi pelajaran berharga bagi Feby Febiola mengenai arti penerimaan diri. Ia memandang kebahagiaan sejati tidak lagi diukur dari kepemilikan materi yang melimpah, melainkan dari kemampuan menghargai apa pun yang sedang dijalani saat ini.
"Dulu saya pikir bahwa bersyukur itu harus punya segala sesuatu, tapi ternyata bersyukur itu sangat sederhana sebetulnya, walaupun tidak sederhana dilakukan ya," pungkasnya.