NADIKABAR.COM — Bruno Fernandes mengakui sederet hasil buruk yang ditelan Manchester United di awal musim ini turut dipengaruhi oleh tekanan eksternal. Ketika hasil tak sesuai harapan, para pemain pun kena mental.

MU baru saja menang 3-2 atas AS Roma di Liga Champions pada Rabu (4/11) dini hari WIB lalu. Hasil itu mengakhiri puasa kemenangan di sembilan laga sebelumnya.

Meski belum sepenuhnya bebas dari tekanan, tiga poin di Old Trafford itu setidaknya sedikit mengangkat beban di pundak para pemain MU yang terasa berat selama dua bulan terakhir. Usai kemenangan itu, Fernandes buka suara mengapa timnya kesulitan di musim ini setelah tampil apik musim lalu.

"Ini soal kepercayaan diri. Di klub ini, situasinya menjadi sulit ketika hasil yang diraih negatif. Ada banyak faktor di luar ruang ganti—di luar para pemain dan staf pendukung—yang membuat performa klub serta apa yang bisa kami lakukan di lapangan menjadi lebih sulit," ujar Fernandes kepada TNT Brasil dan dikutip The Athletic.

"Hal ini memengaruhi banyak pemain. Ada yang bisa mengatasi dengan lebih baik, namun ada yang lebih buruk. Kami memasang ekspektasi tinggi untuk diri sendiri, dan ketika segalanya tidak berjalan sesuai harapan, kami merasa terpukul secara mental, merasa frustrasi karena tidak mampu memberikan apa yang sebenarnya mampu kami berikan kepada klub."

"Saat situasi seperti ini, masalahnya bukan hanya satu. Ada lebih dari satu masalah. Banyak hal yang perlu diperbaiki dan dilakukan dengan cara yang berbeda. Sayangnya, kondisi ini sudah berlangsung lama, yang membuat segalanya menjadi jauh lebih sulit."

"Kami tahu bahwa tidak ada seorang pun di klub ini yang senang jika tidak meraih kemenangan. Saat Anda bergabung dengan klub ini dan mewakilinya, itu karena Anda ingin meraih sesuatu yang lebih besar. Sayangnya, hal itu tidak terjadi dalam beberapa tahun terakhir."

Fernandes sadar performa MU setelah era Sir Alex Ferguson tak sesuai harapan para fan setia. Hanya segelintir trofi yang masuk lemari, itu pun tak selalu terjadi setiap musim.

"Tidaklah mudah untuk mencapai posisi yang kami mau, untuk berjuang meraih gelar juara yang kami inginkan. Mengenakan seragam ini merupakan tanggung jawab yang amat besar. Namun, kami harus memandangnya sebagai sebuah kehormatan, karena begitu banyak pemain yang bermimpi untuk bisa berada di sini suatu hari nanti," lanjut Fernandes.

"Merupakan suatu kehormatan bisa berada di sini, terlepas dari segala momen baik maupun buruk yang kami alami. Itulah bagian dari sepak bola. Saya berharap akan ada lebih banyak momen indah dibandingkan momen buruk," jelas kapten MU itu.

MU kini ada di urutan 17 klasemen sementara fase grup Liga Champions dengan enam poin dari empat laga, sementara di Premier League mereka tercecer di urutan 17 dengan tujuh poin dari sembilan laga.