"Ada, ada, ada. Udah dua tahun ini saya udah bisa pakai helm full face, udah bisa nyaman pakai masker," tuturnya.
Ferry mengatakan, selama puluhan tahun dirinya selalu memilih menggunakan helm half face. Ia merasa tidak nyaman ketika mengenakan helm full face karena bagian wajah tertutup sehingga ruang napas dan jarak pandangnya terasa terbatas.
"Kalau pakai full face itu kan kayak dibatesin gitu ruang napas dan juga jarak pandang, tapi ya hampir dua tahunan ini sudah bebas, sudah bisa," jelasnya.
Ia mengaku hanya perlu menjalani satu hingga dua kali sesi terapi untuk mendapatkan cara mengendalikan rasa tidak nyaman tersebut.
"Kalau teknisnya sih diberikan sugesti sama terapisnya, sama Ferdian. Waktu itu cuman sekali apa dua kali ya. Bisa, cuma begitu dia kasih kuncinya, kasih kodenya ketika sudah mulai gak nyaman lagi, ada caranya untuk memanggil memori yang bisa bikin nyaman," beber Ferry.