"Melalui street culture, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dari berbagai latar belakang yang berbeda, kita bisa berkolaborasi, saling mendukung, bersenang-senang, dan menciptakan sesuatu yang positif bersama," tuturnya.
Festival 76 Indonesia Adalah Kita tidak hanya diisi dengan penampilan sejumlah musisi ternama. Acara ini juga melibatkan berbagai komunitas yang identik dengan anak muda, seperti skateboard, BMX, hingga mural.
Pada Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Semarang, misalnya, sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas skateboard dan BMX setempat terlihat begitu antusias mengikuti rangkaian acara tersebut.
Menggunakan sepeda BMX dan papan skateboard, mereka menunjukkan kemampuan di area festival. Sesekali, mereka memperlihatkan berbagai teknik freestyle yang menarik perhatian pengunjung.
Selain semangat kebersamaan, movement ini juga mengangkat nilai pantang menyerah. Seorang skateboarder, Indra Gatot, mengatakan acara tersebut sejalan dengan semangat anak muda untuk tidak mudah menyerah dan terus bangkit ketika mengalami kegagalan.
"Bahwa untuk menguasai sebuah trik, keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa sering kita jatuh, melainkan oleh seberapa banyak kita mau bangkit dan mencoba kembali sampai berhasil," kata Indra.