NADIKABAR.COM — Festival SenengMinton 2026 hadir untuk menjaring bibit-bibit muda pebulutangkis. Selain itu, ajang ini juga diharapkan menumbuhkan kecintaan pada olahraga tersebut.

MilkLife Festival SenengMinton 2026 digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini turut mendapat dukungan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah. Ajang ini hadir menumbuhkan kecintaan dunia bulutangkis sejak usia dini.

"Kami percaya, rasa senang menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap sebuah olahraga. Melalui Milklife Festival SenengMinton, kami ingin menanamkan minat dan menginspirasi siswa untuk bermain bulutangkis," ujar rogram Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

Ajang ini rencananya digelar di lima kotak yaitu Purwokerto, Magelang, Solo, Kudus, dan Semarang. MilkLife Festival SenengMinton 2026 telah memasuki kota ketiga. Setelah sukses di Purwokerto dan Magelang, MilkLife Festival SenengMinton 2026 kini digelar Solo.

MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026 berlangsung di GOR FKOR UNS, Kamis (1/10). Sebanyak 480 siswa/siswi kelas 1 hingga 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) di Solo turun ke lapangan untuk mengikuti beragam permainan bulutangkis yang dikemas interaktif dan menyenangkan.

Pada kategori kelas 3, para peserta harus melewati lima jenis tantangan yakni Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target dan Zig Zag Run. Sedangkan bagi peserta kategori kelas 1 dan 2, tantangan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan tersebut.

Adapun untuk peserta pada kategori kelas 1, setiap sekolah mengirimkan enam siswa yang terdiri dari empat putra dan dua putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi enam putra dan empat putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari delapan putra dan enam putri.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf menilai MilkLife Festival SenengMinton jadi sarana identifikasi dini potensi calon atlet sebelum memasuki tahap pembinaan selanjutnya. Ajang ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak bibit-bibit pebulutangkis muda potensial.

"Kami berharap semakin banyak bibit potensial yang terjaring sejak dini sehingga di masa mendatang Indonesia tidak kekurangan materi pemain bulutangkis andal yang mampu melanjutkan tradisi prestasi level dunia," kata Basri.