NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, Sabtu (7/11) mengatakan bahwa pinjaman baru Uni Eropa (EU) untuk Ukraina hanya akan memperpanjang konflik, dan tidak akan membantu menyelesaikannya.
Usai pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel pada pertengahan Oktober, Fico mengatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah meminta tambahan dana sebesar 70 miliar euro (78 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,4 kuadriliun) kepada Uni Eropa untuk membiayai kebutuhan militer pada 2027.
Namun, Slovakia tidak akan berpartisipasi dalam bantuan tersebut.
"Saat ini, ada usulan pinjaman baru senilai 70 miliar euro untuk Ukraina. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menegaskan bahwa Slovakia tidak akan berpartisipasi di dalamnya karena hal itu hanya akan semakin memperpanjang konflik militer yang tidak memiliki solusi melalui jalur militer," kata Fico dalam wawancara dengan stasiun televisi Slovakia, TA3.
Perdana menteri Slovakia itu menyayangkan Uni Eropa tidak memiliki rencana untuk menyelesaikan konflik di Ukraina.
"Saat ini, Eropa hanya memiliki rencana militer," kata Fico. Fico juga mengatakan bahwa kesepakatan mengenai anggaran baru Uni Eropa akan sulit dicapai.
Menurut dia, negara-negara anggota Uni Eropa yang memberikan kontribusi besar menolak meningkatkan iuran karena menghadapi persoalan dalam negeri. Sementara itu, negara-negara kecil menginginkan agar pendanaan untuk pembangunan regional dan sektor pertanian tetap dipertahankan. Kondisi tersebut akan sangat mempersulit proses penyusunan anggaran baru.
Pada Jumat (6/11), Fico mengatakan bahwa sejumlah perdana menteri negara anggota Uni Eropa mengancam akan memangkas dana dalam anggaran baru EU yang dialokasikan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Slovakia.
Ancaman tersebut, menurut Fico, muncul karena Bratislava menolak mendukung pinjaman baru senilai 70 miliar euro untuk Ukraina. Slovakia menentang pengurangan dana yang ditujukan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan regional tersebut.
Penerjemah: Primayanti