Dia menjelaskan saat ini IBL All Indonesian yang khusus memainkan pemain lokal baru memberikan kesempatan kepada pemain untuk tampil dalam lima atau enam pertandingan hingga ke babak final. Jumlah tersebut belum cukup meningkatkan pengalaman bertanding pemain lokal, khususnya mereka yang minim menit bermain bersama klubnya di IBL.

Lebih lanjut dia menjelaskan penambahan pertandingan akan membuat pemain lokal lebih sering berada di lapangan, sehingga manfaatnya dirasakan klub dan tim nasional. Pemain muda yang jarang tampil di klub, juga akan memiliki ruang lebih besar guna menjaga kemampuan kompetitifnya.

Mantan pelatih timnas bola basket Indonesia itu menilai pembinaan pemain tidak boleh berhenti ketika atlet memasuki level profesional. Pembinaan tetap diperlukan di klub agar kemampuan fundamental dan perkembangan pemain terus terjaga secara lebih konsisten.