"Mengenai komposisi itu sendiri, sekarang ada banyak pemain keturunan. Sekarang sepertinya Indonesia memiliki, bagaimana saya mengatakannya, cukup banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga dengan level yang tinggi," ujarnya menambahkan.
Timnas Indonesia kini diperkuat sejumlah pemain yang berkompetisi di La Liga, Eredivisie, Bundesliga, Championship Inggris, hingga Ligue 1. Kondisi tersebut membuat Chanathip melihat perbedaan kekuatan Indonesia dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Chanathip sendiri dua kali menghadapi Timnas Indonesia di final Piala AFF, yakni pada edisi 2016 dan 2020. Kini, ia kembali bertemu Indonesia di partai puncak, tetapi dengan Skuad Garuda yang dinilainya memiliki kekuatan berbeda.