Ada lima pemain Pakistan yang dipanggil dari Denmark, Swedia, dan Finlandia. Para pemain abroad lainnya berkarier di liga-liga semenjana Asia Selatan seperti Bangladesh, Bhutan, hingga Maladewa, namun ada juga yang bermain kompetisi Azerbaijan dan kompetisi level bawah Australia.
"Saya memahami situasi sulit yang dihadapi sepakbola Pakistan ketika saya mendapat tawaran ini. Saat ini kami tidak ada liga profesional seperti yang dimiliki Malaysia, Filipina, Vietnam. Negara-negara itu punya liga profesional," kata Solano saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
"Situasi ini jelas menyulitkan bagi talenta-talenta muda yang ingin bermain di Pakistan. Ini situasi yang membuat frustrasi, tapi saya sudah mengetahui sebelum menerima pinangan Pakistan," ujarnya menambahkan.
"Untungnya masih ada beberapa pemain diaspora, yang bukan cuma dari Skandinavia, ada juga yang dari Inggris. Jadi kami memanggil mereka. Karena jika kamu pemain amatir, akan sulit bermain di sepakbola level ini (FIFA ASEAN Cup)," katanya menjelaskan.
Sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup, Pakistan lebih banyak menggelar uji coba melawan tim tetangga seperti Afghanistan, Bangladesh, dan Maladewa. Sementara di ajang resmi yakni Kualifikasi Piala Asia 2027, Pakistan babak belur saat jumpa Suriah, Myanmar, dan Afghanistan.
Diundang ke FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan besar bagi Pakistan untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional. Pada laga pertama, Pakistan kalah telak 0-4 dari Thailand, kemudian secara mengejutkan menahan Filipina 2-2 setelah sempat tertinggal 0-2.
"Turnamen ini penyelenggaraannya sangat fantastis buat kami, mereka memperlakukan kami dengan baik sejak hari pertama. Mereka sangat memperhatikan tim-tim peserta, akomodasinya juga baik. Saya sangat terkesan," tutur Solano.