Hukuman ini dijatuhkan FIFA usai pertandingan Spanyol vs Mesir pada April lalu diwarnai ulah suporter yang menyanyikan chant anti-muslim. Momen itu terjadi di RCDE Stadium, Barcelona.

Fans tuan rumah meledek Mesir dengan nyanyian bernada xenophobia di tribune. Meski sudah diperingatkan panitia lewat pengeras suara, fans tetap berisik, bahkan meledek lagu kebangsaan Mesir. Salah satunya dengan kata-kata 'Kalau tak melompat, berarti muslim," ledek fans Spanyol.

Hal itu sampai bikin Lamine Yamal, pemain Spanyol muslim, ikutan kesal. Usai laga, ia mengunggah foto yang isinya bangga menjadi seorang muslim.

Dalam penyangkalannya, RFEF menilai kata 'Muslim' "bukanlah kata yang menghina maupun merendahkan". RFEF juga menambahkan perilaku para suporter seharusnya dinilai berdasarkan Pasal 17 FIFA, yang mencakup pesan-pesan politik, ideologis, keagamaan, atau yang menyinggung, bukan Pasal 15, yang mengatur diskriminasi dan pelecehan rasial.