Ia juga mempertimbangkan berbagai risiko dari cerita yang diangkat, memastikan materinya tidak menyinggung atau merugikan pihak tertentu.
“Jadi hopefully itu hanya bumbu-bumbu aja, tapi tapi poinnya adalah jujur itu penting dan jujur itu mulai harus dicoba dari sekarang,” imbuh dia.
David mengatakan unsur komedi dalam film tersebut, termasuk bagian yang menyerupai gaya komedi tunggal, berangkat dari keresahan dan bukan kebencian.
Menurut dia, materi komedi disusun melalui proses pembacaan naskah dan pengujian agar keresahan yang disampaikan dapat dirasakan oleh penonton secara lebih luas.
“Makanya tadi reading, kita coba ‘apakah ini hanya asumsi gua? Eh enggak kok di juga ngerasain’. Nah itu yang kita belain. Kalau hanya mewakili satu perasaan-perasaan gua aja, itu enggak akan kita masukin karena berarti gak semua orang relate,” ujar David.
“Bapak Paling Jujur” berkisah tentang Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap ucapan yang disampaikannya kepada publik.