"Menurut saya ini sangat relevan dengan keadaan kita saat ini juga, bahwa kita pasti ketemu dengan perjuangan kita masing-masing di era saat ini. Hanya bagaimana cara kita menghadapinya dan bagaimana cara kita memanfaatkannya, bagaimana strategi menentukan kesuksesan nantinya. Itu yang ingin saya sampaikan di film ini,​​" imbuhnya.

Jika Djamin pada masanya belajar bahasa Belanda untuk memahami situasi yang dihadapi, Rako menilai generasi sekarang perlu memahami perkembangan teknologi digital untuk membuka peluang kemajuan.

Sementara itu, Riahna Djamin Ginting, anak dari Djamin Ginting, mengatakan film tersebut dibuat sebagai persembahan bagi kedua orang tuanya sekaligus upaya memperkenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada generasi mendatang.

β€œTujuan kami memang ingin mempersembahkan film ini untuk orang tua kami, meskipun beliau sudah tiada. Saya bercita-cita supaya generasi yang akan datang, generasi Indonesia bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu berjuang-berjuangnya,” ujar Riahna.

Ia mengatakan film yang berdurasi sekitar 1 jam 50 menit tersebut menangkap periode perjuangan Djamin Ginting pada 1945-1948. Menurut dia, film tidak dapat memuat seluruh perjalanan hidup Djamin karena keterbatasan durasi.