Sayangnya Ayah Mahendra harus menghadapi vonis penyakit yang membuat seisi Rumah Istimewa rasanya jungkir balik. Ketakutan akan kehilangan sosok penting akhirnya menghantui para penghuni Rumah Istimewa dan justru menjadi salah satu titik emosional dalam perjalanan film ini.

Penayangan "Istimewa" juga membawa harapan untuk memperluas dukungan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Abdullah Mansuri, yang berperan sebagai produser dalam film ini bahkan berkomitmen untuk membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi Indonesia apabila film ini mencapai satu juta penonton.

β€œBuat saya, Istimewa bukan hanya tentang membuat sebuah film, tapi bagaimana kita bisa terus memberikan ruang bagi teman-teman Istimewa untuk tumbuh, berkarya, dan punya tempat yang aman untuk pulang," kata Abdullah Mansuri.

Ia lebih lanjut menginginkan agar film yang sarat nilai-nilai positif ini tidak hanya berhenti sebagai karya visual semata tapi juga menjadi pemicu agar tumbuh ruang-ruang baru yang memberdayakan para penyandang disabilitas.