Pengabdi Setan 3: Origin diproduksi oleh Rapi Films bersama Come and See Pictures, Sky Media, dan Legacy Pictures. Dalam proyek tersebut, Joko Anwar kembali menggandeng Barunson E&A, perusahaan produksi asal Korea Selatan.
Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama Joko Anwar dan Barunson E&A setelah sebelumnya terlibat dalam Ghost in the Cell. Film tersebut tercatat meraih sekitar 3,3 juta penonton di Indonesia dan telah dipasarkan ke 150 wilayah di dunia.
Tidak seperti dua film terdahulu, Pengabdi Setan 3: Origin hadir sebagai cerita prekuel yang berdiri sendiri. Alurnya akan membawa penonton menelusuri asal-usul sekte gelap serta perjanjian dengan iblis yang selama ini menjadi bagian dari misteri dalam semesta Pengabdi Setan.
Proyek terbaru Joko Anwar ini disebut sebagai salah satu produksi paling ambisius sepanjang kariernya. Proses syuting dilakukan di dua benua dengan penggunaan tujuh bahasa, yaitu Indonesia, Alsasia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
Kisah Pengabdi Setan 3: Origin akan dibuka dengan cerita tentang wabah histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16. Bagian tersebut terinspirasi dari peristiwa nyata yang tercatat terjadi pada tahun 1518.