Mawar mengatakan skenario yang ditulis oleh Evelyn Afnilia secara apik ini menjadikan Karina seperti definisi nyata teman idaman yang selalu ada untuk semua orang.
Karina rela menahan kantuk demi mendengarkan curhat sahabat di tengah malam buta, pasrah "ditumbalkan" jadi kurir titip makanan oleh rekan sekantornya, selalu mengangguk di balik senyum manisnya, namun kerap lupa menyisakan ruang cinta untuk dirinya sendiri.
Bagi Mawar de Jongh, memerankan Karina terasa seperti memberikan pelukan hangat bagi siapa saja yang tengah berjuang memasang batasan diri.
"Lewat karakter Karina, aku belajar banyak bahwa belajar bilang 'enggak' itu bukan berarti kita jahat. Justru itu bentuk rasa sayang kita pada diri sendiri. Semoga kisah Karina nanti bisa bikin penonton ketawa, nangis haru, dan merasa ditemani," kata Mawar.