"Kita ambil perspektif ruh di alam Lauhul Mahfuz yang bisa melihat dan mendengar apa yang diusahakan dan diikhtiarkan calon kedua orang tua. Inilah yang menjadi keunikan drama keluarga ini," ujar Rako Prijanto.

Dokter Lula Kamal yang hadir dalam acara tersebut turut menyoroti pentingnya peran keluarga dalam perjuangan mendapatkan keturunan. Sebagai mantan pejuang dua garis, ia menilai dukungan orang-orang terdekat menjadi salah satu hal penting untuk menjaga harapan.

"Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan," tuturnya.

Jangan Menyerah, Ibu sebelumnya dikenal lewat novel berjudul I Am Sarahza. Karya tersebut kini diterbitkan kembali oleh Terra Pustaka dengan judul baru.