Ia mengatakan berdasarkan hasil survei 2026, sekitar 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan, meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 sebesar 92,7 persen.

Namun, tingginya penggunaan layanan keuangan tersebut masih perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Karena itu, expo tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan, tetapi juga ruang komunikasi, edukasi, serta interaksi antara masyarakat dan industri jasa keuangan.

Sementara itu. Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) Moch Muchlasin mengatakan masyarakat perlu memiliki pemahaman yang memadai sebelum menggunakan produk keuangan. Edukasi itu penting agar masyarakat mengetahui manfaat, karakteristik, hingga risiko dari produk yang digunakan.