NADIKABAR.COM — Atlet panjat tebing nasional Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany, menyebut keikutsertaan mereka dalam babak final nomor lead putri pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi media pembuktian mereka pada peta persaingan papan atas.

Menurut mereka, bisa tampil hingga babak final Asian Games merupakan hasil positif karena persaingan di fase awal pun sudah terbilang cukup sulit karena beradu dengan atlet lain yang tak kalah hebat.

"Ini pengalaman pertama saya tampil di final Asian Games. Bahkan di world cup pun maksimal di semifinal, jadi ini bisa masuk ke final sudah Puji Tuhan sekali," ungkap Sukma yang ditemui setelah perlombaan di Kinjofuto, Nagoya, Sabtu.

Namun Sukma tak memungkiri bahwa penampilannya di babak final hari ini kurang memuaskan karena kurang percaya diri dan canggung. Ia pun berharap perlombaan hari ini bisa menjadi modal pengalaman agar bisa tampil lebih baik.

"Tadi belum bisa mengeluarkan semua kemampuan karena mungkin masih nervous, jadi kurang mengatur (ritme dan teknik)," kata Sukma menambahkan.

Sependapat dengan rekannya, Alma juga cukup bersyukur bisa tampil debut di babak final Asian Games. Namun dari perlombaan tersebut, ia juga mempelajari kelebihan lawan sehingga bisa mencatatkan hasil yang lebih unggul.Faktor mental begitu mempengaruhi hasil perlombaan, dan aspek tersebut yang menjadi bahan pelajaran bagi Alma agar bisa tampil lebih matang ke depannya.Alma menyebut faktor pengalaman juga menentukan hasil pertandingan tadi. Dirinya memaklumi hasil yang ia catatkan kurang baik, mengingat lawan-lawan yang dihadapi lebih berpengalaman dan masuk dalam jajaran elit dunia.

"Yang terlihat sekali mereka manjatnya tenang banget, benar-benar mengalir saja. Mungkin juga karena orientasi jalur yang mereka buat sudah tepat, istirahatnya di mana, posisi cliping-nya di mana. Baca jalur panjatnya sudah tertata," kata Alma.

Selain Alma dan Sukma, Kontingen Indonesia juga menurunkan Raviandi Ramadhan dan Putra Tri Ramadani yang berlomba di nomor lead putra.Namun keempat wakil Indonesia di nomor lead tersebut tidak ada satu pun yang mengamankan medali bagi Merah Putih.