NADIKABAR.COM — Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) memberikan edukasi 50 kader kesehatan dan masyarakat di sekitar wilayah RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), Kota Depok tentang pencegahan dan penanganan infeksi gigi.

Ketua Pengmas FKG UI yang juga Ketua Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI, Prof. drg. Lilies Dwi Sulistyani pengabdian dan pemberdayaan masyarakat (pengmas) dalam kegiatan bertajuk “Penyuluhan tentang Infeksi Gigi, Pencegahan, dan Tatalaksana” di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), Kota Depok, Selasa, mengatakan, kasus infeksi gigi masih menjadi masalah yang sering ditemui dimasyarakat.

"Banyak pasien datang dalam kondisi yang sudah parah, seperti adanya gangguan jalan napas serta infeksi yang turun hingga ke leher dan dada, sehingga membahayakan jiwa pasien," katanya.Menurut Lilies penyebab utama infeksi gigi umumnya bermula dari karies (gigi berlubang) atau karang gigi yang awalnya kecil dan dibiarkan hingga semakin membesar.

"Karies atau lubang pada gigi yang semakin membesar akan menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya.Jika tidak ditangani, infeksi akan semakin meluas dan turun ke area leher hingga dada," katanya.Kondisi itu dapat mengganggu jalan napas serta asupan makanan, yang apabila sudah parah dikategorikan sebagai kegawatdaruratan di bidang bedah mulut dan berisiko menyebabkan kematian.

Lilies menegaskan kader tenaga kesehatan berperan penting mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa sakit gigi sederhana dapat diobati dan dicegah agar tidak berkembang menjadi infeksi berat yang membahayakan nyawa."Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap sepele karies atau karang gigi sejak dini. Rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan ke dokter gigi saat karies masih kecil dapat menghambat proses penjalaran infeksi," katanya.Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir menyampaikan edukasi kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat ini, FKG UI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan gigi dan mulut yang tepat, khususnya terkait infeksi gigi," katanya.Pemahaman mengenai tanda awal infeksi, tanda bahaya, serta pentingnya penanganan yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang diperlukan lebih dini."Kami juga berharap para kader kesehatan dapat berperan sebagai mitra dalam mendorong perilaku hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ujar Lisa. Melalui kegiatan itu, FKG UI terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan. Kolaborasi dengan kader kesehatan dan masyarakat di wilayah Kecamatan Tapos diharapkan dapat mendukung pengenalan infeksi gigi sejak dini serta mendorong masyarakat memperoleh penanganan yang tepat di fasilitas pelayanan kesehatan. Dirut RSUD ASA Kota Depok, drg. Indriati memberikan apresiasi kepada Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) atas kolaborasi dalam kegiatan edukasi kesehatan itu."Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh, namun sering dianggap sepele," katanya.Indriati mengatakan infeksi gigi yang tidak ditangani tepat waktu dapat berkembang menjadi kondisi serius dan berpotensi menimbulkan komplikasi."Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang paling dekat dengan lingkungan warga," ujarnya.Melalui penyuluhan itu, kader diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan menjadi agen edukasi bagi masyarakat.

Indriati berharap RSUD ASA tidak hanya menjadi tempat pengobatan saat sakit, tetapi juga mitra masyarakat dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.