Ia mengemukakan ketahanan nasional harus dibangun dari dasar, maka rakyat sebagai kekuatan bangsa perlu diberi pemahaman tentang kerukunan, toleransi dan keragaman, karena dalam konteks berbangsa dan bernegara semuanya adalah saudara.

Maka sikap saling menyayangi, menghargai dan saling mengasihi perlu diperkuat di tengah perbedaan, serta militer sebagai komponen strategis pertahanan menjadi benteng pertama menjaga kedaulatan bangsa juga berperan dalam memberikan penguatan-penguatan kepada masyarakat tentang perdamaian.

"Babinsa berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga moderasi beragama yang diberikan kepada mereka diharapkan dapat diteruskan sampai ke akar rumput (masyarakat)," ucap Zainal yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).