Pengakuan tersebut diraih setelah melalui rangkaian audit teknis yang ketat dari para inspektur EASA, mencakup kelayakan infrastruktur hanggar, sistem perkakas (tooling systems), hingga kompetensi dan kesiapan tenaga teknik.
"Pekan depan, kita akan langsung memulai pengerjaan untuk operator penerbangan asal Uni Eropa, dengan gelombang kedatangan armada berikutnya yang sudah terjadwal di bulan November 2026," ujar dia.
Berdiri di atas lahan seluas 17.000 meter persegi di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, fasilitas modern ini terdiri dari tiga hanggar dengan tiga aircraft bays, serta fasilitas paint booth seluas 2.000 meter persegi yang berstandar mutakhir.
Perpaduan antara keunggulan teknis kelas dunia dan lokasi geografis Bali yang sangat strategis ini diyakini mampu menawarkan solusi perawatan airframe yang efisien, menekan waktu henti (downtime), sekaligus menjamin standar keselamatan penerbangan yang tanpa kompromi.