"Kegempaan ini adalah fenomena wajar sebagai proses pelepasan energi bertahap pascagempa utama. Hingga hari ini, kami mencatat sudah terjadi lebih dari 22.300 kali gempa susulan di wilayah tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin, (19/10).
Ia menegaskan gempa-gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik. Meski tidak berpotensi tsunami, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada.
"Kami imbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelumnya. Tetap tenang, jangan terpapar informasi yang tidak jelas sumbernya, dan pantau perkembangan hanya melalui kanal resmi BMKG," tegasnya.