NADIKABAR.COM — Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UEA), Flydubai, mengumumkan penangguhan penerbangan dari dan ke Israel. Penangguhan ini dilakukan hingga penyelidikan mengenai keributan di dalam kokpit diselesaikan.

"Menyusul insiden yang melibatkan penerbangan FZ 1073 pada tanggal 30 September, dan dalam koordinasi dengan pihak berwenang terkait, penerbangan Flydubai dari dan ke Israel akan ditangguhkan selama penyelidikan berlangsung," demikian bunyi pernyataan dari juru bicara Flydubai dilansir dari AFP, Kamis (1/10/2026).

Diketahui, penerbangan pesawat Flydubai tujuan Israel dari Dubai tiba-tiba dialihkan ke Arab Saudi. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut salah satu pilot hendak menjatuhkan pesawat dan membunuh para penumpang.

Dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), para penumpang memberikan keterangan serupa mengenai insiden di dalam pesawat. Mereka menggambarkan adanya perebutan kendali setelah pesawat tiba-tiba menukik tajam, kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki dalam waktu satu menit, menurut situs web Flightradar24.

Flydubai menyatakan sebanyak 174 penumpang, di mana 166 orang di antaranya merupakan warga negara Israel, berada dalam kondisi selamat. Dalam pernyataannya, Flydubai juga menyampaikan belum mengetahui pasti penyebab keributan di dalam pesawat tersebut.

"Selama penerbangan, saat mereka mendekati negara tujuan, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya," ujar Netanyahu dalam sebuah pesan video.

Netanyahu mengaku telah berbicara dengan seorang penumpang asal Israel yang menerobos masuk ke kokpit saat pesawat mulai menukik dan bergulat melawan pilot yang berusaha menjatuhkan pesawat tersebut.

"Saya memberikan penghormatan kepada para pahlawan ini, yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa; mereka mencegah terjadinya bencana besar," kata Netanyahu.

Menurut maskapai, penerbangan tersebut dialihkan rutenya ke Tabuk pada pukul 09.45 waktu setempat. Kapten beserta kopilot ditemukan mengalami luka-luka lalu dilarikan ke rumah sakit.

Penumpang bernama Miryam Shira Ohayon mengatakan pesawat itu hampir kehilangan kendali saat insiden penusukan terjadi di wilayah udara Yordania, dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv.

"Kopilot mencoba membunuh pilot dan pada dasarnya melakukan aksi bunuh diri menggunakan pesawat tersebut," ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon yang dipegang oleh ibunya, yang sedang menanti kedatangannya di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv.

"Pesawat itu benar-benar nyaris jatuh, dan hanya berkat kesigapan banyak orang yang berhasil mengendalikan kopilot serta melumpuhkannya, situasi bisa teratasi," katanya.

"Ada juga seorang dokter yang memberikan pertolongan pertama, serta orang-orang yang merawat keduanya. Selain pilot, tidak ada korban luka lain, namun ketakutan terbesar saat itu adalah pesawat akan jatuh-yang memang merupakan tujuan tindakan pelaku," tambahnya.