Pemilahan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga apabila sampah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
"Kita harapkan anak-anak sudah mengenali dan bisa mempraktikkan pemilahan sampah, baik di rumah maupun di sekolah," ucap Kusmanto.
Program edukasi tersebut juga direncanakan diperluas ke 10 kecamatan di Jakarta Timur. Sasaran kegiatan tidak hanya jenjang SMP, tetapi juga SMA, dan kemungkinan sekolah dasar.
Selain edukasi mengenai sampah, kegiatan edukasi juga dapat memberikan informasi kepada siswa dan orang tua mengenai bahaya perundungan (bullying), tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.
"Kami juga penting memberikan informasi tentang bullying, bahaya bullying, tawuran, dan narkoba. Ini salah satu agenda penting agar siswa dan orang tua mengetahui bahwa hal tersebut sangat berbahaya apabila terjadi pada siswa atau anak didik," jelas Kusmanto.