NADIKABAR.COM — Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mendorong generasi muda agar membiasakan diri menggunakan transportasi publik sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat menuju Jakarta sebagai kota global.
Ketua Umum FPPJ Endriansyah mengatakan penggunaan transportasi publik bukan sekadar persoalan mobilitas, tetapi juga menjadi ruang pendidikan sosial dan pembentukan karakter, terutama bagi anak-anak sekolah.
“Ketika anak-anak sekolah mulai terbiasa menggunakan transportasi publik, mereka sesungguhnya sedang belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, menghargai waktu, serta adab dalam berinteraksi dengan sesama,” kata Rian dalam diskusi “Jakarta Bergerak: From School to Global City” di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan kebiasaan menggunakan transportasi publik dapat mengajarkan masyarakat untuk mengantre, mendahulukan orang yang lebih membutuhkan, menghormati pengguna lain, serta memahami bahwa ruang publik merupakan milik bersama.
Rian menilai budaya menggunakan transportasi publik juga dapat membantu mengurangi kemacetan, mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, serta mempererat hubungan sosial masyarakat Jakarta.
“Jakarta sebagai kota global bukan hanya tentang seberapa modern infrastrukturnya, tetapi juga tentang seberapa maju karakter dan peradaban warganya,” ujar Rian.
Lebih lanjut, dia menuturkan FPPJ dalam diskusi tersebut ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara BUMD dan masyarakat untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta.
Rian mengatakan BUMD Jakarta tidak hanya dituntut menjadi perusahaan yang sehat secara bisnis, tetapi juga dapat hadir sebagai kekuatan pembangunan kota yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Contohnya, kata dia, MRT Jakarta sebagai salah satu bentuk transportasi publik yang tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembentukan budaya masyarakat yang lebih tertib dan nyaman.
Dia pun berharap penggunaan transportasi publik semakin menjadi kebiasaan masyarakat Jakarta, khususnya generasi muda, sehingga mereka dapat ikut membangun karakter dan peradaban kota.
“Melalui transportasi publik, kita membangun peradaban dan bersama kita bergerak menuju Jakarta Global,” pungkas Rian.