Bahkan, ia menyebut terdapat atlet yang belum masuk kategori senior tetapi sudah berhasil memecahkan rekor Asian Games.

"Catatan waktunya luar biasa sekali. Bahkan ada atlet-atlet yang mungkin kategorinya belum senior, sudah memecahkan rekor Asian Games," kata Yenny.

Yenny tetap mengingatkan para atlet agar menjaga fokus dan tidak terbebani target medali karena persaingan nomor speed sangat ketat dengan banyak atlet papan atas dunia berasal dari Asia.

"Rasanya ini sudah seperti Olimpiade. Pasti tekanannya secara mental untuk atlet-atlet kita juga sangat tinggi sekali," ujarnya.

Yenny menilai faktor ketenangan akan sangat menentukan karena kesalahan pada awal lomba dapat langsung mengakhiri peluang atlet.

"Kita berkali-kali mengingatkan, tenang saja, karena kalau mereka sampai gugup, bisa-bisa jadi false start. Malah gagal," katanya.

Meski demikian, ia optimistis pada kekuatan Indonesia yang memiliki kombinasi atlet senior dan junior. Ia menyebut regenerasi atlet menjadi salah satu modal penting untuk menjaga prestasi panjat tebing nasional.

"Selain atlet-atlet senior, atlet-atlet juniornya, atlet-atlet barunya, juga menunjukkan kemampuan yang tidak kalah," ujar Yenny.