NADIKABAR.COM — Atlet para bulu tangkis Indonesia Fredy Setiawan mengaku kurang puas dengan perjuangannya yang harus berakhir dengan medali perak pada final tunggal putra SL4 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menelan kekalahan dari wakil India Naveen Sivakumar dua gim langsung dengan skor 9-21, 17-21.
"Rasanya belum puas ya, karena saya banyak melakukan kesalahan, jadinya permainan saya menurut saya belum keluar semuanya sih," kata Fredy Setiawan saat ditemui sesuai laga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Prefectur Aichi, Nagoya, Jepang, Jumat.
Ia mengatakan sudah sering bertemu dengan lawannya tersebut dalam berbagai kejuaraan lain. Dan meski lawan lebih diunggulkan, Fredy mengaku sudah berusaha keras memberikan perlawanan terbaiknya.
Naveen Sivakumar merupakan atlet para bulu tangkis yang menempati peringkat kedua dunia, sedangkan Fredy berada di peringkat keenam.
"Tetapi memang lawan bermain lebih lincah. Saya harus lebih siap lagi, lebih fokus dan, pokoknya, jangan mati sendiri," katanya.
Fredy mengakui bahwa secara pencapaian, ia mengalami peningkatan dibandingkan dengan edisi Asian Para Games sebelumnya di mana ia meraih perunggu pada nomor yang sama.
Namun, kata dia, banyak hal masih harus dibenahi karena ia menargetkan tampil pada Paralimpiade Los Angeles 2028.
Dengan tambahan perak dari Fredy, maka tim para bulu tangkis Indonesia telah mengumpulkan dua perak. Sebelumnya, Leani Ratri Oktila membuka keran medali dengan perak dari nomor tunggul putri SL4.
Tim Merah Putih masih berpeluang mengoleksi emas melalui pasangan Subhan/Rina Marlina yang menghadapi wakil China Lin Shuangao/Zeng Qingtao di final ganda campuran SH6.
Sementara itu, Suryo Nugroho/Muhammad Al Imran akan menutup rangkaian final para bulu tangkis dengan menghadapi pasangan Korea Selatan Shin Kyung Hwan/Cho Nadan pada nomor ganda putra SL3-SU5.