Meskipun terdapat penurunan drastis pada kapasitas produksi apabila dibandingkan dengan produksi PT Freeport Indonesia dalam kondisi normal, Tony menegaskan bahwa pemulihan pertambangan sudah sesuai dengan proyeksi perusahaan.
βKalau dari kapasitas normal, ya, penurunannya drastis, tetapi sesuai dengan forecast kami,β ucap dia.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Tony menjelaskan bahwa pada semester I 2026, kapasitas produksi tambang GBC setelah insiden longsor berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Kemudian, diperkirakan pada semester II 2026, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 65 persen.
Lebih lanjut, pada semester I 2027, kapasitas produksi ditargetkan mulai pulih hingga 75 persen, sebelum menuju 100 persen sepanjang semester II 2027.