Tim FTUI melakukan survei untuk mengidentifikasi sumber air berdasarkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Sumber air pegunungan yang digunakan masyarakat setempat selama ini mengalami peningkatan kekeruhan pada musim hujan.

Tim kemudian merancang jaringan distribusi sepanjang sekitar 1,5 kilometer melalui perhitungan hidraulis, pemetaan, dan simulasi aliran. Sistem dirancang memanfaatkan energi gravitasi sehingga tidak bergantung pada pompa listrik.

Air diolah melalui unit filtrasi menggunakan media karbon aktif dan iron removal filter untuk mengurangi pencemar, khususnya kandungan logam. Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi 1.500 liter per jam.