NADIKABAR.COM — Para pemimpin kelompok G7 sepakat untuk segera melepas 100 juta barel secara terkoordinasi dari cadangan minyak darurat selama empat bulan.
Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Pelepasan yang dikoordinasi melalui Badan Energi Internasional (IEA) itu akan mencakup pelepasan solar dalam jumlah besar di tahap awal oleh anggota dan mitra G7 dalam 20 hari pertama, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin kelompok tersebut secara virtual pada Jumat (2/10).
G7 menyatakan akan melakukan pertemuan dalam kerangka kerja organisasi tersebut beberapa hari mendatang guna membahas kemungkinan pelepasan pasokan solar tambahan jika diperlukan.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk tidak membatasi ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara G7, serta menyerukan kepada semua produsen untuk tidak memberlakukan larangan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar," demikian bunyi pernyataan tersebut.
G7 juga sepakat untuk mengoordinasikan jadwal pemeliharaan di seluruh kilang minyak negara anggotanya guna menghindari penghentian kapasitas secara bersamaan serta untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan secara sementara jika memungkinkan.