NADIKABAR.COM — Kelompok Tujuh (G7) berkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan hingga 100 juta barel solar dan cadangan minyak selama empat bulan ke depan, menurut pernyataan bersama para pemimpin G7.

Pernyataan bersama pemimpin G7 itu dirilis oleh Istana Elysee pada Jumat (2/10).

Para pemimpin G7 menggelar pertemuan virtual pada hari yang sama untuk membahas tantangan ketahanan energi yang semakin besar.

Menurut pernyataan tersebut, G7 akan mengoordinasikan jadwal pemeliharaan di kilang-kilang minyak untuk mencegah penghentian kapasitas secara bersamaan serta meningkatkan tingkat pemanfaatan kilang untuk sementara waktu jika memungkinkan. Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali komitmen G7 untuk menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara anggota G7, serta menyerukan kepada seluruh produsen untuk tidak memberlakukan larangan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan setelah pertemuan bahwa G7 telah sepakat untuk tidak memberlakukan pembatasan atau larangan ekspor di antara negara-negara anggotanya.

Dia menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah menyampaikan hal yang sama dengan "sangat jelas."

"Keputusan-keputusan tersebut seharusnya dapat menurunkan harga bahan bakar," ujar Macron.