Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menambahkan bahwa rasa sakit hati pelaku berakar dari kecemburuan sosial terkait nafkah. H merasa ayahnya lebih royal kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya dan adiknya.
"Pelaku merasa cemburu dan kesal, karena ayahnya lebih memilih memberi uang pada orang lain. Meskipun kerap memberikan biaya hidup, tetapi dirasa pelaku nilainya tidak cukup dan tak sebanding dengan yang diberikan sang ayah pada orang lain," kata Bagus.
Emosi yang tidak terkendali membuat pelaku gelap mata hingga memutuskan untuk menghanguskan aset orang tuanya sendiri. Selain faktor emosional, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pelaku sedang dalam pengaruh zat adiktif saat melakukan aksinya.