"Kami tidak mencari-cari alasan. Itu poin utamanya. Jika harus menjawab berdasarkan fakta, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama bagi tim Asian Games. Kami baru benar-benar bangkit dan menunjukkan kemampuan terbaik kami pada pertandingan ketiga," jelasnya.
Meski gagal meraih kemenangan, Singleton menilai para pemain tetap menunjukkan perjuangan hingga pertandingan terakhir. "Hal yang ingin saya tekankan adalah tim kami tetap tampil dan berjuang hingga akhir. Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa kami tidak akan pernah menyerah," ujarnya.
Namun, Singleton mengakui penampilan Indonesia belum mencerminkan kemampuan sebenarnya.
"Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri kami yang sesungguhnya hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi. Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional," tegas Singleton.
Kegagalan di Asian Games 2026 pun menjadi bahan evaluasi besar bagi seluruh elemen tim. Evaluasi tidak hanya menyasar pelatih dan pemain, tetapi juga staf pendukung, aspek organisasi, hingga penjadwalan.