"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi.

Setelah mendapat teguran dari keluarga dan menyadari kesalahannya, Budi mengaku berencana menjual perangkat sound horeg miliknya. Dia menyebut sudah tidak membutuhkan perangkat speaker dengan spesifikasi horeg.

"Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal kayak gitu, biar saja tidak tahu-tahu dijual, dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horek, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," tegasnya.

Budi juga mengaku bisnis sound horeg tidak terlalu menguntungkan. Menurutnya, ketertarikannya terhadap sound horeg lebih karena hobi dan senang berkumpul.

Dia meyakini rezeki dapat diperoleh melalui usaha lain dan tidak hanya dari dunia sound horeg. Budi bahkan mengaku siap membantu kegiatan yang bersifat positif, termasuk pengajian.

"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sodakoh," ucapnya.

Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, mengatakan Budi telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Dia menegaskan telah memaafkan pernyataan tersebut.