Rangkaian pertunjukan dibuka dengan teatrikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari Gandrung profesional.

Suasana semakin meriah ketika formasi drone show menghiasi langit Pantai Marina Boom. Ratusan titik cahaya bergerak membentuk visual yang menggambarkan Gandrung, Gunung Ijen, dan berbagai simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.

Ipuk mengatakan konsep baru Gandrung Sewu menjadi pendekatan tersendiri untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda. Menurut dia, pelestarian tradisi tidak harus membatasi kreativitas dalam penyajiannya.

Ipuk juga mengapresiasi InJourney yang mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini, serta kepada para penari, pelatih, seniman, budayawan, dan semua pihak yang terlibat.

"Terima kasih atas dukungan InJourney, yang telah mendukung Banyuwangi sehingga Gandrung Sewu bisa tampil dengan berbeda. Juga kepada penari, pelatih dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gandrung Sewu tahun ini," kata Ipuk.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Maya, Watono menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada masyarakat nasional maupun internasional.