NADIKABAR.COM β Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menekankan peran sawit bagi ketahanan ekonomi dalam ajang Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2026 yang mengusung tema βPalm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilienceβ di Nusa Dua, Bali, 11-13 November.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, mengatakan, tema tersebut mencerminkan kondisi global yang kian menantang, seiring dengan perang dagang, proteksionisme, persaingan geopolitik, dan standar keberlanjutan yang belum seragam antarkawasan.
βDunia saat ini semakin terfragmentasi, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Melalui IPOC 2026, kami ingin membahas bagaimana industri sawit Indonesia dapat tetap tangguh, dan justru menjadi bagian dari solusi bagi ketahanan pangan dan energi, baik di dalam negeri maupun global,β kata Eddy.
Ia mengatakan, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global.