Perintah Trump untuk mengubah nama ini muncul di tengah situasi perang dagang tim redaksi AS dan Kanada. Selama berminggu-minggu, kedua negara telah merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipicu oleh Trump.
Akan tetapi, Kanada menarik diri setelah Perdana Menteri Mark Carney mengeluhkan beberapa poin perubahan pada saat-saat terakhir. Ia menilai kesepakatan kedua negara tidak adil dan tidak ekonomis, sekaligus mempertanyakan keterpercayaan kesepakatan mana pun.
Di tim redaksi poin-poin yang dinilai menjadi hambatan, menurut Carney, adalah keberatan pihak Amerika terhadap undang-undang pelabelan produk Prancis dan persyaratan konten Prancis untuk layanan streaming di Quebec, Kanada.
Pada Sabtu (29/8/2026), Gubernur Ontario Doug Ford meresmikan papan nama baru di tepi Danau Ontario. Papan itu bertuliskan, "Lake Ontario: Now and always" (Danau Ontario: Kini dan selamanya) dalam bahasa Inggris dan bahasa Prancis.