Para pejabat Rusia telah menekankan bahwa pemeriksaan postmortem tidak mendeteksi adanya penyakit pes pneumonik.
Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengatakan pada Senin (5/10) bahwa inspeksi oleh komisi ahli khusus Rospotrebnadzor di wilayahnya menyimpulkan bahwa "penyebab kematian adalah pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui".
Lembaga pengawas kesehatan itu, menurut Kobzev, telah menetapkan bahwa "tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan wanita muda itu dalam sampel biologisnya".
Kobzev menambahkan bahwa tidak ada "kasus baru pada staf dari institut anti-pes yang mencari pertolongan medis" sejak kematian itu terjadi.
Trump Pantau Situasi di Rusia, Siap Beri Bantuan Jika Dibutuhkan
Situasi di Rusia itu memicu tanggapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengatakan bahwa pemerintahannya memantau situasi tersebut dengan saksama.
"Kita mencermati situasi ini dengan sangat serius," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (5/10), ketika ditanya soal langkah yang akan diambil AS mengenai risiko wabah pes yang berasal dari Rusia.
"Kita akan membantu mereka semampu kita," ucapnya.