Hilangnya ratusan ribu tiram itu membuat bisnis Freeman mengalami kerugian besar. Terlebih, sekitar 80% stok tersebut rencananya akan dijual menjelang Natal.
"Kami mungkin menjual sekitar 35.000 hingga 40.000 lusin tiram saat Natal. Itu sebabnya pencuri kemungkinan mengincarnya, karena tiram-tiram ini sudah tidak lama lagi dan bisa mereka jual pada Natal tahun ini," ujar Freeman.
Dampak pencurian tersebut juga tidak berhenti pada kerugian finansial. Mengingat tiram membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, Freeman mengatakan usahanya memerlukan waktu lama untuk kembali ke kondisi sebelumnya.
"Kami membutuhkan beberapa tahun untuk pulih dan yang mereka lakukan membuat kami mundur lagi sekitar dua hingga tiga tahun," katanya.