Menurut dia, diplomasi kreatif harus didorong menjadi diplomasi yang produktif. Artinya tidak hanya memperkenalkan Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra di Arab Saudi untuk membangun kerja sama yang konkret.
"Penguatan jejaring di Arab Saudi dapat menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus membangun hubungan dengan komunitas dan diaspora Indonesia yang berada di negara tersebut," katanya.
Sementara Ketua DPLN Gekrafs Arab Saudi, Isradi F Syafruddin mengatakan kepengurusan yang baru dikukuhkan akan fokus membangun jejaring dan membuka ruang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan Arab Saudi.
“Melalui DPLN Gekrafs Arab Saudi ini kita akan berupaya menjadi penghubung agar potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata,” kata dia.
Menurut dia diaspora Indonesia dapat menjadi bagian dari jejaring yang mendukung pengenalan produk, jasa, dan potensi ekonomi kreatif Indonesia di Arab Saudi.
“Kami ingin membangun jejaring yang bisa memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Diaspora Indonesia menjadi salah satu bagian penting yang dapat kita libatkan untuk memperluas koneksi dan membuka peluang pasar,” katanya.
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, Gekrafs menyelenggarakan sejumlah kegiatan yakni Creative Talk, Business Matching, hingga Mini Expo yang mempertemukan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring dan peluang bisnis di Arab Saudi.