NADIKABAR.COM — Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menegaskan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 yang jatuh pada 24 Oktober harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap Hekrafnas 2026 dapat memperluas peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan memperkuat solidaritas sosial serta mendorong kontribusi ekonomi kreatif bagi masyarakat luas,” kata Kawendra di Jakarta, Jumat.
Dia menilai penguatan ekonomi kreatif juga perlu berjalan beriringan dengan semangat berbagi dan gotong royong.
Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, kata dia, kegiatan ekonomi kreatif diharapkan mampu menghasilkan dampak yang lebih luas.
“Baik bagi pertumbuhan usaha maupun bagi lingkungan sosial,” ujar Kawendra.
Menurut dia, semangat tersebut juga sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Insya Allah, bangsa ini diberi kekuatan dan bisa melewati semua ujian yang ada. Saya berharap keluarga besar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus berkarya dan semakin memperkuat kepedulian kita terhadap sesama,” ucap Kawendra.
Dia mengatakan Hekrafnas tidak hanya menjadi ruang untuk mendorong kreativitas dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui gerakan bersama.
Untuk itu, dia menyebutkan persiapan kegiatan telah dilakukan oleh keluarga besar Gekrafs di berbagai daerah dan di luar negeri dalam beberapa waktu terakhir.
Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha dan masyarakat.
“Sejak beberapa bulan lalu, kawan-kawan Gekrafs di Jakarta, tujuh provinsi lainnya, serta 17 negara telah mempersiapkan kegiatan untuk memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 yang bertepatan pada 24 Oktober,” tutur Kawendra.
Sebelumnya, Gekrafs telah menggalang kepedulian bagi warga masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam puncak peringatan Hekrafnas 2026 yang akan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
“Perayaan Hekrafnas tidak hanya berlangsung di Jakarta. Rangkaian kegiatan ini juga diselenggarakan di tujuh provinsi lainnya serta 17 negara, membawa semangat kolaborasi, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan solidaritas kemanusiaan,” ungkap Kawendra.
Dia menuturkan dalam perayaan Hekrafnas 2026, pihaknya mengusung semangat “Berkarya, Berdaya, dan Berdampak”.